Berikut adalah screenshot default dari KDE 4 :

Ariya Hidayat sang developer KDE sudah menuliskan artikel tentang KDE 4 beberapa waktu yang lalu dan berikut adalah update screenshot pada blognya :

Lantas, bagaimana cara mendapatkan KDE 4 pada OpenSUSE 10.3 ? Ada 2 cara, yaitu :
- Versi LiveCD. Silakan download KDE 4 based on OpenSUSE 10.3 LiveCD.
- Gunakan fasilitas One-Click-Install untuk secara otomatis mendownload dan melakukan instalasi KDE 4.
KDE 4 ini akan menjadi default pada OpenSUSE 11 yang akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2008
.














biarkan 10.3 dengan kde 3.5.X bersinar dulu….
butuh waktu untuk menggosok kde4 agar bersinar seperti pendahulunya
alhamdulillah …. go KDE 4 …. tapi kalo kita upgrade KDE 3 => kde 4 apa sistemnya akan ada yang rusak dan nggak stabil … apa aja itu ? reply ..
betul mbak chika…. kde 4 mesti digosok dulu biar kinclong…. crot, gosok, bilaass…
boleh tuh dicoba. semoga jauh lebih sempurna dari kde 3.5
saya baru pemula, melihat orang lain dah bisa banyak, iri nich, gimana sich belajarnya, cari dimana aja referensinya….bagi donk….makasih yahhhhhh……..
KDE4 emang bagus kelihatannya n boleh dicoba. Tapi butuh spek yang highend apa tidak ya. soale Memoriku cuma 512 MB n Prosesor core 2 duo
hayo KDE ! kalahkan vista! alaahh
aniway, kawan, kalo “KDE 4″ ajah, belum KDE 4.1 atau 4.2, dst, biasanya belum stabil kan ya? nah, apa lebih baik nunggu aje dulu ampe KDE 4.3 gitu sebelum make?
Saya telah berhasil menginstall KDE 4.0 (yang di launching tanggal 11 januari 2008) pada opensuse 10.3 saya. Beberapa hal yang menjadi catatan saya adalah:
1. Plasma (untuk desktop) kadang crash ketika saya menshutdown komputer
2. Basis KDE 4.0 yang hampir semua memakai SVG menjadikan gambar sangat halus, hampir semua element plasma yang ada didesktop bisa diresize sesuka hati tanpa ada resiko gambar pecah
3. DCOP Client yang berjalan untuk KDE3 tidak berjalan di KDE4, sehingga mengakibatkan KShutdown tidak berjalan normal, script yang ada di Amarok KDE3 tidak berfungsi maksimal
4. GTK style tidak bisa berfungsi normal (sebelum pengubahan manual dilakukan [~/.gtkrc* dan path])
5. Amarok untuk KDE4 kadang crash, khususnya ketika kita mengakses “collapse/expanded menu” untuk local collection
6. Phonon (untuk suara) berfungsi maksimal (dan menurut saya presisi suara yang dihasilkan phonon lebih baik dari pada arts maupun ESD)
7. Dolphin (file manager) berfungsi sangat baik (tapi sayang, dolphin belum menyediakan embedded viewer seperti halnya konqueror, sehingga semua file harus dibuka dengan aplikasi eksternal, semisal okular ataupun gwenview)
8. KDM bawaan KDE4 tidak menjadi default, bila ingin menggunakan KDM bawaan KDE4 bisa dilakukan dengan mengubah path atapun /etc/init.d/xdm
9. Oxygen (default theme KDE4) berjalan stabil, dan
10. KDE4 bisa bekerja di XGL lebih baik daripada KDE3.
Sementara baru itu yang bisa saya dapatkan dari pengalaman saya. Bagi saya KDE4 dan KDE3 sama-sama hebat, silahkan pilih salah satu, atau pakai aja kedua-duanya secara bergantian
.