<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas openSUSE Indonesia</title>
	<atom:link href="http://opensuse.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://opensuse.or.id</link>
	<description>Komunitas Pengguna Distro Linux OpenSUSE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 10:42:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Load module Otomatis Ketika Boot</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/07/03/load-module-otomatis-ketika-boot/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/07/03/load-module-otomatis-ketika-boot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 10:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>init7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Modem]]></category>
		<category><![CDATA[module]]></category>
		<category><![CDATA[YAST]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali ingin menggunakan handphone Nexian C900 saya sebagai modem, saya harus load manual dulu module-nya dengan command modprobe. Masih mending di openSUSE tinggal load. Kalo di Windows saya mesti ngubek-ngubek Google dulu karena entah kenapa driver-nya tidak disertakan&#8230; Tapi kalau sering pakainya tentunya repot kalo mesti menjalankan command ini setiap kali ingin internetan. Lalu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali ingin menggunakan handphone Nexian C900 saya sebagai modem, saya harus load manual dulu module-nya dengan command <strong>modprobe. </strong>Masih mending di openSUSE tinggal load. Kalo di Windows saya mesti ngubek-ngubek Google dulu karena entah kenapa driver-nya tidak disertakan&#8230;</p>
<p>Tapi kalau sering pakainya tentunya repot kalo mesti menjalankan command ini setiap kali ingin internetan. Lalu, adakah cara supaya module-nya di load setiap kali boot? Tentu saja ada.</p>
<p>Tutorial ini menunjukkan kepada anda bagaimana caranya agar module kesayangan anda diload otomatis setiap boot. Meskipun tutorial ini ditulis menggunakan versi 11.3, akan tetapi langkah-langkahnya juga dapat diterapkan di versi 11.X lainnya.<span id="more-1292"></span></p>
<p>Langkah pertama kita harus mengetahui nama module yang ingin kita load. Dalam contoh ini saya membutuhkan module <strong>usbserial</strong> dengan dua argumen yaitu <strong>vendor</strong> dan <strong>product. </strong>Apabila dijalankan manual dengan command modprobe akan terlihat seperti ini:</p>
<pre class="brush: bash; gutter: false;">
sudo modprobe usbserial vendor=0xde30 product=0x846a
</pre>
<p>Tapi jangan berpikir kalau anda tinggal menyimpan command di atas ke script dan memastikan script itu dijalankan setiap boot. openSUSE punya cara tersendiri untuk mengakomodasi kebutuhan ini.</p>
<p>Buka <strong>YaST. </strong>Masukkan password root apabila dibutuhkan. Di panel Groups sebelah kiri klik <strong>System. </strong>Di modul YaST sebelah kanan pilih <strong>/etc/sysconfig Editor</strong>.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot2.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1295" title="susemodule-snapshot2" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot2-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Jendela /etc/sysconfig Editor terbuka. Di pohon kategori sebelah kiri navigasi ke: <strong>System</strong> -&gt; <strong>Kernel</strong> dan pilih <strong>MODULES_LOADED_ON_BOOT</strong>. Di panel sebelah kanan anda akan melihat text field diatas kotak keterangan. Isikan nama module yang anda maksud ke text field tersebut. Dalam hal ini saya mengisikan <strong>usbserial</strong>.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot3.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1296" title="susemodule-snapshot3" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot3-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Kalau sudah klik tombol <strong>OK. </strong>Akan muncul jendela konfirmasi. Klik <strong>OK</strong> lagi untuk menyimpan perubahan ke file.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot4.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1297" title="susemodule-snapshot4" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/susemodule-snapshot4-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Selesai. Apabila module yang anda butuhkan tidak memerlukan argumen apa-apa langkah anda cukup sampai diatas. Untuk mengujinya restart komputer anda dan jalankan command berikut untuk melihat apabila module anda sudah diload atau belum:</p>
<pre class="brush: bash; gutter: false;">
lsmod | grep usbserial
</pre>
<p>Ganti argumen usbserial dengan nama module yang anda maksud. Apabila ada output kira-kira seperti ini:</p>
<pre class="brush: bash; gutter: false;">
alam@susebox:~&gt; lsmod | grep usbserial
usbserial              34513  0
</pre>
<p>itu berarti module-nya telah sukses di load.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya apabila module yang digunakan memerlukan argumen tambahan, seperti yang disebutkan diatas? Untuk itu kita memerlukan pengubahan langsung terhadap file. File yang dibutuhkan dalam hal ini yaitu file <strong>/etc/modprobe.d/99-local.conf</strong>.</p>
<p>Format untuk baris argumen-nya sendiri seperti ini:</p>
<p><strong>options [namamodule] [argumen1] [argumen2] </strong><strong>[argumenN]</strong></p>
<p>Sehingga apabila dibutuhkan argumen vendor dan product untuk module usbserial, baris konfigurasinya seperti ini:</p>
<p><strong>options usbserial vendor=0xde30 product=0x846a</strong></p>
<p>Ini contoh isi file tersebut:</p>
<pre class="brush: bash; gutter: false;">
alam@susebox:~&gt; sudo cat /etc/modprobe.d/99-local.conf
#
# please add local extensions to this file
#
options usbserial vendor=0xde30 product=0x846a
</pre>
<p>Restart dan hubungkan device anda untuk melihat apakah module-nya sudah ter-load dengan baik.</p>
<p>Have fun with the modules!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/07/03/load-module-otomatis-ketika-boot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koneksi TelkomselFlash dengan Modem HSDPA HUAWEI E1550 di OpenSUSE 11.2</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/07/01/koneksi-telkomselflash-dengan-modem-hsdpa-huawei-e1550-di-opensuse-11-2/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/07/01/koneksi-telkomselflash-dengan-modem-hsdpa-huawei-e1550-di-opensuse-11-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 11:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idulk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Modem HSDPA Huawei E150 Pada Distro Linux OpenSUSE 11.2 , HSDPA Modem Huawey E1550  sudah Dapat dikenali dengan baik, Tentu Hal Ini akan membuat pekerjaan kita akan menjadi lebih mudah. Yang Perlu Kita Lakukan adalah tinggal mengkoneksikan modem tersebut ke Internet Provider, Pada Kasus  ini Saya akan Mengkoneksikan Modem Dengan  Telkomsel Flash, dan konfigurasinya sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/e156.gif"><br />
</a><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/MODEM-huawei-E150.jpg"><img class="size-full wp-image-1310   aligncenter" title="MODEM huawei E150" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/MODEM-huawei-E150.jpg" alt="" width="251" height="278" /></a><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Modem HSDPA Huawei E150</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Pada Distro Linux<strong> <a href="http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.2" target="_blank">OpenSUSE 11.2</a></strong> , HSDPA Modem Huawey E1550  sudah Dapat dikenali dengan baik, Tentu Hal Ini akan membuat pekerjaan kita akan menjadi lebih mudah.</p>
<p>Yang Perlu Kita Lakukan adalah tinggal mengkoneksikan modem tersebut ke Internet Provider, Pada Kasus  ini Saya akan Mengkoneksikan Modem Dengan  Telkomsel Flash, dan konfigurasinya sangat mudah, berikut step by stepnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1301 aligncenter" title="huawei2" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/2-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Pada bagian kanan bawah Panel desktop ada sebuah icon berbentuk network yang menunjukkan koneksitivitas komputer, klik kanan pada icon tersebut , lalu klik pada bagian Manage Connections (seperti pada gambar di atas).</p>
<p>Akan muncul kotak dialog network connection seperti di atas, lalu pilih pada bagian Mobile Broadband , dan klik Add untuk Mengisi beberapa data untuk koneksi ke telkomflash.</p>
<p>Pada Kotak dialog Edit Network Konection , masukkan data-data seperti contoh diatas.</p>
<ul>
<li>Konection Name : adalah identifikasi koneksi</li>
<li>Number : *99#</li>
<li>APN : internet atau telkomsel</li>
<li>Type : Prefer 3G</li>
<li>Pin : Pin Chip, Default 1234</li>
</ul>
<p>Setelah selesai, klik OK dan proses Konfigurasi selesai.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/3.jpg"><img class="size-medium wp-image-1302 aligncenter" title="huawei3" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/07/3-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Setelah koneksi berhasil di aktifkan akan tampak seperti gambar berikut, Pada bagian Flash akan ada tulisan Aktif, dan muncul data-data Interface, ip dll.</p>
<p>Sampai disini koneksi modem dengan Telkomselflash sudah berhasil, dan siap di gunakan.</p>
<p>Nb : <em>Terimakasih Kepada Kak <a href="http://ikhyar.net" target="_blank">Eko ikhyar</a> yg sudah meluangkan waktu untuk Tutorial Ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/07/01/koneksi-telkomselflash-dengan-modem-hsdpa-huawei-e1550-di-opensuse-11-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Tombol PrintScreen Pada Dekstop XFCE Opensuse 11.2</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/06/24/mengaktifkan-tombol-printscreen-pada-dekstop-xfce-opensuse-11-2/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/06/24/mengaktifkan-tombol-printscreen-pada-dekstop-xfce-opensuse-11-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 17:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idulk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[printscreen]]></category>
		<category><![CDATA[xfce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1276</guid>
		<description><![CDATA[Saat Pertamakali Saya Menggunakan Desktop XFCE Pada OpenSUSE 11.2 (Sebelumnya Menggunakan GNOME), Masalah yang saya Hadapi Adalah Tombol Print Screen Yang Biasa Saya gunakan Untuk Meng capture Gambar Sama Sekali Tidak Dapat Digunakan, Padahal Tombol Tersebut Merupakan Tombol Favorit Saya.Namun Setelah Mencoba Akhirnya Berhasil Juga, Intinya Jangan Pernah Menyerah.Bagi Teman2 Penikmat XFCE seperti saya, silakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat Pertamakali Saya Menggunakan Desktop XFCE Pada OpenSUSE 11.2 (Sebelumnya Menggunakan GNOME), Masalah yang saya Hadapi Adalah Tombol Print Screen Yang Biasa Saya gunakan Untuk Meng capture Gambar Sama Sekali Tidak Dapat Digunakan, Padahal Tombol Tersebut Merupakan Tombol Favorit Saya.Namun Setelah Mencoba Akhirnya Berhasil Juga, Intinya Jangan Pernah Menyerah.Bagi Teman2 Penikmat XFCE seperti saya, silakan mencoba Tips &amp; Trik di bawah ini.</p>
<ol>
<li>Buka Yast|  software Management | kemudian Install XFCE-Plugin-Screenshooter</li>
<li><a onclick="return vz.expand(this)" href="../wp-content/uploads/2010/06/Screenshot3.png"><img class="aligncenter" title="screenshoot1" src="../wp-content/uploads/2010/06/Screenshot3-300x225.png" alt="" width="234" height="175" /></a>Setelah Instalasi Selesai Sebenarnya anda sudah dapat Meng capture Gambar Pada desktop dengan Mengklik Panel Menu | Acessories | ScreenShooter, Seperti Pada Gambar Dibawah Ini, Namun Tombol PrintScreen Belum Juga Dapat Di gunakan.<a onclick="return vz.expand(this)" href="../wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-1.png"></a></li>
<p style="text-align: center;"><img title="Screenshot-1" src="../wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-1-300x225.png" alt="" width="269" height="202" /></p>
<li>Untuk Mengaktifkan Tombol PrintScreen, Klik Panel Menu | Settings | Keyboard -&gt; Application Shourtcuts, Kemudian Add, pada jendela Yang Muncul Masukan Command  &#8216; xfce4-screenshooter &#8216; (Tanpa Tanda Kutip) Kemudian OK,  Setelah Itu Tekan Tombol Printscreen Pada Keyboard, agar nanti saat tombol printscreen  di tekan akan menjalankan Perintah Command Yang baru saja di masukan Tadi.</li>
</ol>
<p><a onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-2.png"></a></p>
<p style="text-align: center;"><a onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-2.png"><img title="Screenshot-3" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-2-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-2.png"></a></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><em>Semoga Artikel  Sederhana ini Bisa Bermanfaat Bagi Kita Semua.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>&#8220;Pelajarilah semesta ini. Jangan merasa kecewa jika dunia tidak  mengenal anda, tapi kecewalah jika anda tidak mengenal dunia&#8221; [Kong Fu Tse] </strong></em></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/06/24/mengaktifkan-tombol-printscreen-pada-dekstop-xfce-opensuse-11-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses Command Line dengan Retractable Terminal</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/06/23/akses-command-line-dengan-retractable-terminal/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/06/23/akses-command-line-dengan-retractable-terminal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 23:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>init7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[CLI]]></category>
		<category><![CDATA[GNOME]]></category>
		<category><![CDATA[KDE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kekuatan Linux yaitu ada di command line-nya. Segala macam perintah bisa dijalankan dari user interface yang minimalis ini. Setiap desktop memiliki versi aplikasi konsol-nya masing-masing, misalnya Konsole untuk KDE dan GNOME Terminal untuk GNOME. Selain kedua aplikasi tadi ada lagi yang namanya retractable terminal. Seperti namanya, aplikasi terminal ini dapat dibuka / ditutup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kekuatan Linux yaitu ada di command line-nya. Segala macam perintah bisa dijalankan dari user interface yang minimalis ini. Setiap desktop memiliki versi aplikasi konsol-nya masing-masing, misalnya Konsole untuk KDE dan GNOME Terminal untuk GNOME.</p>
<p>Selain kedua aplikasi tadi ada lagi yang namanya retractable terminal. Seperti namanya, aplikasi terminal ini dapat dibuka / ditutup secara cepat dengan menggunakan shortcut key tertentu. Pekerjaan kita pun akan lebih efisien karena akses ke CLI dapat dipanggil setiap saat dan tidak memenuhi taskbar.</p>
<p>Tutorial ini diterapkan untuk openSUSE 11.2 akan tetapi dapat diterapkan juga di versi lainnya dengan sedikit penyesuaian.</p>
<p><span id="more-1232"></span><strong>Pemasangan</strong></p>
<p>Pastikan aplikasi retractable terminal ini sudah terpasang.</p>
<p>Untuk pengguna KDE periksa apakah <a href="http://yakuake.kde.org/" target="_blank">Yakuake</a> sudah terpasang dengan perintah:</p>
<pre class="brush: bash; light: true;">
sudo zypper in yakuake
</pre>
<p>Apabila sudah akan ada pesan seperti ini:</p>
<pre class="brush: bash; light: true;">
alam@susebox:~&gt; sudo zypper in yakuake
Loading repository data...
Reading installed packages...
'yakuake' is already installed.
...</pre>
<p>Apabila yakuake tidak ditemukan (yang rasanya tidak mungkin kalau anda menggunakan repo standar <img src='http://opensuse.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) gunakan <a href="http://software.opensuse.org/ymp/openSUSE:11.2/standard/yakuake.ymp?base=openSUSE%3A11.2&amp;query=yakuake" target="_blank">1-Click Install</a> ini.</p>
<p>Untuk pengguna GNOME periksa apakah <a href="http://guake.org/" target="_blank">Guake</a> sudah terpasang dengan perintah:</p>
<pre class="brush: bash; light: true;">
sudo zypper in guake
</pre>
<p>Apabila sudah akan ada pesan seperti ini:</p>
<pre class="brush: bash; light: true;">
alam@susebox:~&gt; sudo zypper in guake
Loading repository data...
Reading installed packages...
'guake' is already installed.
...
</pre>
<p>Apabila Guake tidak ditemukan gunakan <a href="http://software.opensuse.org/ymp/GNOME:Community/openSUSE_11.2/guake.ymp?base=openSUSE%3A11.2&amp;query=guake" target="_blank">1-Click Install</a> ini.</p>
<p><strong>Menggunakan Yakuake</strong></p>
<p>Jalankan aplikasi Yakuake yang tadi anda pasang. Bisa ditelusuri dari menu atau gunakan fungsi Run Application dengan menekan tombol <strong>ALT+F2</strong> dan ketikkan nama aplikasi tadi: <strong>yakuake</strong>.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-08.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1238" title="run-command-yakuake-00" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-08.png" alt="Run command Yakuake" width="252" height="163" /></a></p>
<p>Anda akan mendapatkan jendela terminal dengan background putih dan jendela konfirmasi seperti ini:</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-09.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1239" title="yakuake-first-run-00" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-09-300x168.png" alt="Yakuake first run" width="240" height="134" /></a></p>
<p>Klik OK untuk menutupnya. Jendela terminal yakuake sudah terbuka. Sekarang coba tekan tombol yang disebutkan tadi, yaitu <strong>F12</strong>. Jendela terminal tadi akan menutup ke atas. Tekan F12 akan membuka kembali jendela tadi.</p>
<p>Terminal ini berfungsi sama seperti halnya Konsole. Anda bisa menambah tab, berpindah tab, menutup tab dan melakukan pengaturan lainnya seperti mengatur warna background dan juga ukuran jendela.</p>
<p><strong>Menggunakan Guake</strong></p>
<p>Jalankan aplikasi Guake yang tadi anda pasang. Bisa ditelusuri dari  menu atau gunakan fungsi Run Application dengan menekan tombol <strong>ALT+F2</strong> dan ketikkan nama aplikasi tadi: <strong>guake</strong>.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-13.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1242" title="run-command-guake" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-13-300x228.png" alt="" width="240" height="182" /></a></p>
<p>Akan ada jendela notifikasi yang memberitahukan bahwa Guake sudah berjalan. Cara penggunaanya tidak berbeda dengan Yakuake. Gunakan tombol <strong>F12</strong> untuk membuka dan menutup jendela terminal tersebut.</p>
<p>Seperti halnya dengan Yakuake anda juga bisa mengatur jumlah tab yang digunakan, mengatur ukuran jendela, mengganti background dan tentu saja apabila diinginkan mengganti tombol yang digunakan untuk mengaktifkan jendela Guake.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-12.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1243" title="guake-terminal" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/screenshots-12-300x168.png" alt="" width="243" height="136" /></a></p>
<p>Have fun!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/06/23/akses-command-line-dengan-retractable-terminal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Baru openSUSE One-Click Installer</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/06/22/bentuk-baru-opensuse-one-click-installer/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/06/22/bentuk-baru-opensuse-one-click-installer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Sugandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux & Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Sideblog]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Garrett LeSage, salah seorang karyawan Novell® yang bekerja di bidang Interaction Design, Usability, dan User Interface Design membangun One-Click Installer dalam bentuk yang baru: Karya ini adalah salah satu hasil dari openSUSE HackWeek V, pertemuan dimana hampir semua para pengembang openSUSE dan Novell® berkolaborasi dalam menghasilkan ide dan karya baru untuk distribusi openSUSE Linux ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Garrett LeSage" href="http://linuxart.com/log/about/" target="_blank">Garrett LeSage</a>, salah seorang karyawan Novell® yang bekerja di bidang <a title="User Interaction Design" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Interaction_design" target="_blank">Interaction Design</a>, <a title="Usability" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Usability" target="_blank">Usability</a>, dan <a title="User Interface Design" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Interface_design" target="_blank">User Interface Design</a> membangun <a title="openSUSE One-Click install" href="http://en.opensuse.org/One_Click_Install" target="_blank">One-Click Installer</a> dalam bentuk yang baru:<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/one-click-2.png"><img class="aligncenter size-medium  wp-image-1250" title="one-click-2" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/06/one-click-2-300x212.png" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Karya ini adalah salah satu hasil dari <a title="openSUSE HackWeek V" href="http://wiki.opensuse.org/Portal:Hackweek" target="_blank">openSUSE HackWeek V</a>, pertemuan dimana hampir semua para pengembang openSUSE dan Novell® berkolaborasi dalam menghasilkan ide dan karya baru untuk distribusi openSUSE Linux ini dan juga sangat mungkin untuk dapat dikembangkan di distro lain.</p>
<p>Silahkan baca di tulisan aslinya untuk lebih lanjut di <a title="openSUSE One-Click installerPart-2" href="http://linuxart.com/log/archives/2010/06/21/one-click-part-2/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Satu hal baru lagi untuk <a title="openSUSE 11.3" href="http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.3" target="_blank">openSUSE 11.3</a>! Have fun! <img src='http://opensuse.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">
<h2 id="post-917"><a title="Permanent Link: About Garrett LeSage…" rel="bookmark" href="http://linuxart.com/log/archives/2005/04/01/about/">Garrett LeSage…</a></h2>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/06/22/bentuk-baru-opensuse-one-click-installer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan Pertemuan Bulanan #20 Komunitas openSUSE Indonesia</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/04/26/liputan-pertemuan-bulanan-20-komunitas-opensuse-indonesia/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/04/26/liputan-pertemuan-bulanan-20-komunitas-opensuse-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 02:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan bulanan atau Kopdar ke-20 Komunitas openSUSE Indonesia sesuai rencana diadakan pada hari Sabtu, 24 April 2010 di Bekasi. Pertemuan ini mengagendakan beberapa pembahasan, antara lain : Simulasi Instalasi &#38; Konfigurasi Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.2 Simulasi Instalasi &#38; Konfigurasi Server High Availability &#38; Fail Over pada openSUSE 11.2 Pertemuan dihadiri sekitar 25 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/opensuse-girl.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1226" title="opensuse-girl" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/opensuse-girl.jpg" alt="" width="400" height="283" /></a></p>
<p>Pertemuan bulanan atau Kopdar ke-20 Komunitas openSUSE Indonesia sesuai rencana diadakan pada hari Sabtu, 24 April 2010 di Bekasi. Pertemuan ini mengagendakan beberapa pembahasan, antara lain :</p>
<ol>
<li>Simulasi Instalasi &amp; Konfigurasi Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.2</li>
<li>Simulasi Instalasi &amp; Konfigurasi Server High Availability &amp; Fail Over pada openSUSE 11.2</li>
</ol>
<p>Pertemuan dihadiri sekitar 25 peserta dari berbagai tempat, 4 diantaranya merupakan peserta dari Bandung.</p>
<p>Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang diawali dengan perkenalan antar peserta, pertemuan kali ini dibuka langsung dengan simulasi instalasi openSUSE versi server. Pilihan ini diambil karena proses instalasi membutuhkan waktu beberapa menit (lk 15 menit) dan saat instalasi ini bisa dimanfaatkan untuk perkenalan dan diskusi awal.</p>
<p>Proses instalasi openSUSE yang disiapkan menjadi server merujuk pada <a href="http://vavai.com/2010/03/21/tutorial-instalasi-opensuse-11-2-versi-server-berbasis-gui-2/">&#8220;Tutorial instalasi openSUSE 11.2 Versi Server Berbasis GUI&#8221;</a>. Pada sesi ini dijelaskan juga soal perbedaan antar desktop environment (KDE, Gnome, XFCE, LXDE, Minimal System dan Text Mode) serta alasan-alasan dan pertimbangan mengapa kita memilih salah satu desktop environment, termasuk penjelasan mengapa sebagian besar Administrator lebih prefer menggunakan pilihan text mode untuk server.</p>
<p>Sesi ini juga menjelaskan mekanisme pembuatan partisi, opsi implementasi RAID, penentuan partisi swap, konfigurasi LAN, repository dan persiapan awal setting sistem sebagai server.</p>
<p>Simulasi dilanjutkan dengan panduan instalasi dan konfigurasi Samba PDC+OpenLDAP secara mudah pada openSUSE. Semua proses dilakukan dalam bentuk wizard dan kurang dari 20 menit semua proses konfigurasi selesai dilakukan, termasuk simulasi join domain klien Windows menjadi member domain Samba PDC+OpenLDAP. Peserta pertemuan mengikuti simulasi ini melalui buku panduan yang diberikan pada tiap peserta. Simulasi ini bisa menjadi gambaran bagi peserta, bagaimana mudahnya proses konfigurasi Samba PDC+OpenLDAP untuk menggantikan Windows Domain Controller, Domain Logons dan File Server dengan server berbasis Linux openSUSE.</p>
<p>Selesai simulasi tahap pertama dan diikuti diskusi dan pertanyaan dari peserta, acara break sebentar untuk makan siang dan Shalat Dzuhur. Alhamdulillah, tidak ada peserta yang kehabisan makanan, <img src='http://opensuse.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Simulasi tahap kedua berupa instalasi dan konfigurasi Linux High Availability &amp; fail Over Server menggunakan aplikasi DRBD (Dynamic Replicate Block Device) dan Heartbeat pada openSUSE 11.2. Simulasi dilakukan mulai dari awal, yaitu instalasi DRBD dan Heartbeat menggunakan paket dari <a href="http://software.opensuse.org/search">openSUSE Build Service</a>, kemudian dilanjutkan dengan konfigurasi DRBD, testing DRBD, konfigurasi Heartbeat, testing Heartbeat dan terakhir integrasi DRBD dengan Heartbeat.</p>
<p>Selesai simulasi dan diskusi mengenai hasil simulasi, pertemuan dilanjutkan dengan agenda terakhir yaitu pemilihan ketua Komunitas openSUSE Indonesia periode 2010-2011. Terpilih sebagai ketua, yaitu Andi Sugandi, mantan ketua openSUSE Indonesia perwakilan wilayah Bandung. Alam Aby Bashit, salah seorang openSUSE Ambassador  diposisikan sebagai wakil ketua  sedangkan untuk Sekjen dipercayakan pada Wahyu Darmawan</p>
<p>Acara yang diestimasikan selesai pada pukul 13.00 WIB berakhir hingga pukul 15.00 WIB. Acara diakhiri dengan pembagian DVD openSUSE/SUSE Linux Enterprise Server sesuai dengan konfirmasi yang dilakukan pada saat registrasi.</p>
<p>Modul panduan yang digunakan pada saat simulasi dapat didownload pada link berikut ini :</p>
<ol>
<li><a href="http://vavai.com/wp-content/uploads/panduan-instalasi-opensuse-11-2-versi-server-gui.pdf">Tutorial openSUSE 11.2 Versi Server Berbasis GUI</a></li>
<li><a href="http://www.vavai.com/wp-content/uploads/tutorial-samba-pdc-openldap-pada-opensuse-server.pdf">Panduan Instalasi &amp; Konfigurasi Samba PDC + OpenLDAP Pengganti Windows Domain Controller, Domain Logons &amp; File Server pada openSUSE 11.2</a></li>
<li><a href="http://www.vavai.com/wp-content/uploads/panduan-high-availability-server-menggunakan-opensuse-sles.pdf">Panduan Instalasi &amp; Konfigurasi Linux High Availability &amp; Fail Over Server pada openSUSE</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/04/26/liputan-pertemuan-bulanan-20-komunitas-opensuse-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Zimbra 6.0.6 pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 11 64 bit</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/04/23/instalasi-zimbra-6-0-6-pada-suse-linux-enterprise-server-sles-11-64-bit/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/04/23/instalasi-zimbra-6-0-6-pada-suse-linux-enterprise-server-sles-11-64-bit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 01:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[SLES]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, Zimbra Mail Server versi 6.0.6 dirilis. Berikut adalah proses  instalasi Zimbra Mail Server  6.0.6 pada SUSE Linux Enterprise 11 64 bit. Proses instalasi sama seperti yang dilakukan pada instalasi Zimbra 6.0.5 dengan urutan proses sebagai berikut : Install SLES 11 64 bit dalam modus text mode/minimal server selection. File ISO SLES [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/zimbra-opensuse.jpeg"><img class="size-full wp-image-1217 alignright" title="zimbra-opensuse" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/zimbra-opensuse.jpeg" alt="" width="200" height="200" /></a>Beberapa waktu yang lalu, <a href="http://vavai.com/2010/04/09/rilis-zimbra-6-0-6-5-0-23/">Zimbra  Mail Server versi 6.0.6 dirilis</a>. Berikut adalah proses  instalasi Zimbra Mail Server  6.0.6 pada SUSE Linux Enterprise 11 64 bit. Proses instalasi sama seperti yang dilakukan pada <a href="http://vavai.com/2010/02/10/zimbra-6-0-5-pada-suse-linux-enterprise-server-sles-11-64-bit/">instalasi  Zimbra 6.0.5</a> dengan urutan proses sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Install SLES 11 64 bit dalam modus text mode/minimal server  selection. File ISO SLES 11 bisa didownload dari sini : <a href="http://mirror1.opensuse.or.id/addons/SLE/">http://mirror1.opensuse.or.id/addons/SLE/</a></li>
<li>Melakukan modifikasi file <strong>/etc/hosts</strong> sehingga hasilnya  seperti berikut ini :
<pre class="brush: cpp;">
 127.0.0.1       localhost
 192.168.0.6 zcs.vavai.co.id zcs
 </pre>
</li>
<li>Tambahkan aplikasi sysstat dan fetchmail menggunakan YAST | Software  | Software Management atau menggunakan Zypper. Sebenarnya masih ada  paket lain yang dibutuhkan seperti cron dll, namun modus instalasi text  mode/server mode yang saya lakukan sudah secara langsung memasukannya.  Kalau ada paket lain yang belum ada biasanya Zimbra komplain pada saat  hendak memulai proses instalasi.
<pre class="brush: cpp;">
 zypper in sysstat
 </pre>
</li>
</ol>
<p><a href="http://vavai.com/2010/04/09/instalasi-zimbra-6-0-6-pada-suse-linux-enterprise-server-sles-11-64-bit/">Continue Reading &#8220;Instalasi Zimbra 6.0.6 pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 11 64 bit&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/04/23/instalasi-zimbra-6-0-6-pada-suse-linux-enterprise-server-sles-11-64-bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi openSUSE tanpa CD/DVD – Menggunakan PXE Boot Network</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/04/20/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-%e2%80%93-menggunakan-pxe-boot-network/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/04/20/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-%e2%80%93-menggunakan-pxe-boot-network/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 01:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[PXE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Instalasi openSUSE melalui jaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui protokol http, FTP, Samba, NFS maupun protokol lainnya. Kesemua proses tersebut biasanya tetap membutuhkan 1 tahapan penting yaitu menggunakan CD/DVD untuk melakukan boot hingga proses instalasi dapat memilih apakah menggunakan repo jaringan atau tidak. Jadi term instalasi melalui jaringan disini lebih menekankan pada aspek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/pxe.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1211" title="pxe" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/pxe.jpg" alt="" width="405" height="261" /></a></p>
<p>Instalasi openSUSE melalui jaringan dapat dilakukan dengan berbagai  cara, baik melalui protokol http, FTP, Samba, NFS maupun protokol  lainnya. Kesemua proses tersebut biasanya tetap membutuhkan 1 tahapan  penting yaitu menggunakan CD/DVD untuk melakukan boot hingga proses  instalasi dapat memilih apakah menggunakan repo jaringan atau tidak.  Jadi term instalasi melalui jaringan disini lebih menekankan pada aspek  penempatan repositorinya.</p>
<p>Meski cara tersebut sudah sangat membantu untuk instalasi, ada  beberapa kebutuhan dimana kita tidak bisa menggunakan CD/DVD untuk  melakukan proses booting. Hal ini terjadi bisa karena 2 hal, pertama  karena kita tidak punya CD/DVD ROM atau CD/DVD ROMnya rusak (kacian deh  lo <img src="http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":-P" /> ) dan kemungkinan kedua, CD/DVD instalasi  rusak karena scratch, gores atau berbagai sebab lain.</p>
<p>Artikel selengkapnya :</p>
<ol>
<li><a href="http://vavai.com/v2/2009/05/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network/">Instalasi openSUSE tanpa CD/DVD – Menggunakan PXE Boot Network Bagian Pertama</a></li>
<li><a href="http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/">Instalasi openSUSE tanpa CD/DVD – Menggunakan PXE Boot Network BagianKedua</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/04/20/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-%e2%80%93-menggunakan-pxe-boot-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install openSUSE pada ASUS K401NSeries</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/04/18/install-opensuse-pada-asus-k401nseries/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/04/18/install-opensuse-pada-asus-k401nseries/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 01:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ASUS]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1206</guid>
		<description><![CDATA[ASUS saat ini sedang agresif mengeluarkan produk notebooknya salah satunya yang masuk di Indonesia adalah seri K401N yang belum pre-installed OS alias kondisi kosongan. Dari segi hardware, notebook ini sudah sangat mumpuni kecuali tidak adanya bluetooth yang bisa dengan mudah di tambahkan bluetooth external. Spesifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut; Processor Onboard: Intel® Pentium® Dual-Core T4200 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/asus-k-series-k40in-a1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1207" title="asus-k-series-k40in-a1" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/asus-k-series-k40in-a1.jpg" alt="" width="284" height="253" /></a></p>
<p>ASUS saat ini sedang agresif mengeluarkan produk notebooknya salah  satunya yang masuk di Indonesia adalah seri K401N yang belum  pre-installed OS alias kondisi kosongan. Dari segi hardware, notebook  ini sudah sangat mumpuni kecuali tidak adanya bluetooth yang bisa dengan  mudah di tambahkan bluetooth external. Spesifikasi lengkapnya adalah  sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Processor Onboard: Intel® Pentium® Dual-Core T4200 (2 GHz, FSB 800,  Cache 1 MB)</li>
<li>Chipset: NVIDIA MCP75L</li>
<li>Standard Memory: 2 GB DDR2 SDRAM PC-6400 Max. Memory 4 GB (2 DIMMs)</li>
<li>Video Type: NVIDIA GeForce G102M 512MB</li>
<li>Display Size: 14? WXGA TFT Display Max. Resolution 1366 x 768</li>
<li>Hard Drive Type: 250 GB Serial ATA 5400 RPM</li>
<li>Networking: Integrated Network Speed: 10 / 100 Mbps</li>
<li>Wireless Network Type: Integrated IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE  802.11n</li>
</ul>
<p><a href="http://hasilutama.com/teknologi-informasi/install-opensuse-di-asus-k401nseries/">Continue Reading &#8220;Install openSUSE pada ASUS K401NSeries&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/04/18/install-opensuse-pada-asus-k401nseries/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>openSUSE Live USB on Public Computer</title>
		<link>http://opensuse.or.id/2010/04/18/opensuse-live-usb-on-public-computer/</link>
		<comments>http://opensuse.or.id/2010/04/18/opensuse-live-usb-on-public-computer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 20:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Gnome Live]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[LiveUSB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://opensuse.or.id/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[GNU/Linux is amazing, you can bring an OS in your pocket. In this case i’m put openSUSE 11.2 to Vico’s USB flash disk (UFD), with SanDisk brand, which tiny physical size but having large space, approximately 4GB. Actually i do not have UFD, so it’s my first experience to make GNU/Linux live USB, please be [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/openSUSE-LiveUSB.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1203" title="openSUSE-LiveUSB" src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2010/04/openSUSE-LiveUSB.jpg" alt="" width="480" height="358" /></a></p>
<p>GNU/Linux is amazing, you can bring an OS in your pocket. In this case i’m put openSUSE 11.2 to Vico’s USB flash disk (UFD), with SanDisk brand, which tiny physical size but having large space, approximately 4GB. Actually i do not have UFD, so it’s my first experience to make GNU/Linux live USB, please be understand it because i am just a newbie wannabe :”&gt;.</p>
<p><a href="http://kendari.foss-id.web.id/?p=827">Continue Reading &#8220;openSUSE Live USB on Public Computer&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opensuse.or.id/2010/04/18/opensuse-live-usb-on-public-computer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
